Home Sufipreneur Sebaik-baik Pengorbanan

Sebaik-baik Pengorbanan

Dalam sebuah acara pengajian Ustad Yusuf Mansur yang disiarkan oleh TVOne, seorang ibu bertanya (sambil menahan diri untuk tidak menangis), “Ustad, saya ingin pergi haji. Saya sudah menabung namun tabungan saya belum cukup. Apa yang harus saya lakukan?”.

Sang Ustad kemudian bertanya berapa uang yang sekarang ada di tabungan ibu itu. Sebenarnya si ibu ini enggan menyebutkan nominal tabungannya, namun Ustad Yusuf Mansur mendesak. Dan akhirnya diketahui bahwa kira-kira ibu ini baru memiliki tabungan sebesar Rp 7 juta.

“Sedekahkan Rp 7 juta tersebut, insyaallah ibu akan naik haji berdua (tidak hanya sendiri)”, saran Ustad Yusuf. Allah dapat melipatgandakan 10x atau 700x atau tak terhingga. Secara hitung-hitungan sederhana saja, minimal Rp 7 juta itu akan kembali 10x lipat jika disedekahkan. Maka si ibu akan mendapat Rp 70 juta yang dapat digunakan untuk ongkos naik haji 2 orang (@ Rp 35 juta).

Inilah salah satu hikmah berkurban. Jika kita ingin mencapai suatu hasil, ada hal yang mesti dikorbankan. Entah itu uang, waktu, tenaga maupun pikiran. Hasil selalu menuntut pengorbanan.

Sering kali itu menuntut lebih dari 2,5% dari apa yang kita punya. Bisa 10%, 25%, 50% maupun 100%. Semuanya tergantung keyakinan dan kesukarelaan kita.

Pada Idul Adha tahun lalu ada orang yang berkorban sebanyak 75% dari uang yang ia punya,  sampai-sampai keluarga dan orang-orang terdekatnya merasa heran atas kurbannya ini karena mereka tahu keadaan ekonomi orang tersebut sedang pas-pasan. Namun lihat hasil yang ia dapat setelahnya, hutang-hutangnya senilai puluhan juta dapat terlunasi (meskipun niatnya berkurban bukan untuk melunasi hutang). Tidak terhitung berapa kali lipat Allah membalasnya.

Rahmat Allah yang tak terhingga akan turun saat kita dapat berkorban meskipun keadaan kita sempit.


Newer news items:
Older news items: