Tinggalkan Pesan

Bisnis saya

Advertisement

Statistics

Pengunjung: 346441

Sindikasi

Selalu terang
 

Written by Seta PM, on Minggu, 24 Agustus 2008  

Views : 7

Published in : Artikel, pikiran dan rasa

Pernah Anda mendapatkan suatu inspirasi hikmah dan pelajaran dari orang yang sudah mati? Atau mungkin pertanyaan saya salah. Bukan apakah pernah, tapi apakah sering?

 

Einstein, Mahatma Gandhi, Ibu Theressa,  Soekarno, dll terutama para wali dan The Greatest Muhammad SAW…adalah orang-orang yang telah memberikan penerangan pada dunia. Yang terakhir disebut adalah cahaya di atas cahaya.

 

Dari sini, apakah ada yang masih mau berkata bahwa cahaya akan padam meskipun jasadnya sudah tiada?

 

Wassalam,

 

Guk Seta
www.divren.co.id

 

Editors review User comments Quote this article in website Favoured Related articles Selengkapnya...
Seandainya Einstein masih hidup
 

Written by Seta PM, on Minggu, 24 Agustus 2008  

Views : 7

Published in : Artikel, pikiran dan rasa

 

Memang, ada penelitian bahwa otak manusia yang terpakai kurang dari 10%-nya. Penelitian itu ditujukan pada Albert Einstein sang maestro ilmuwan dunia.

 

Pertanyaan yang menggelitik adalah dari “10%-nya”. Nah, nya itu apa? Dan apakah bisa ditingkatkan melebihi 10%?

Keluasan berpikir memang limited. Yang unlimited adalah keluasan merasa. Oleh karena itu sangatlah mungkin menjadi cerdas dengan melebihi kapasitas 10% itu. Asalkan, berpikirnya dengan hati. Tambah dahsyat lagi jika ditambahkan kerendah hatian.

 

Mengandalkan hipotesa & analisa dengan hanya mengandalkan tool otak sebenarnya sering membuat kita menempatkan potensi menjadi tidak pada tempatnya. Yang kemudian menjadikan kita impotensi.

 

Ambil contoh ilmu kedokteran barat sebagai manifestasi kebanggaan mereka orang-orang barat. Lihat dengan seksama, berapa kali ilmu kedokteran yang berbasis otak yang mengandalkan logika dipatahkan oleh ilmu hati yang memakai rasa? Dan itu hanya salah satu contoh. Dalam dunia bisnis & manajemen pun juga sudah terlihat.

 

Logika hanyalah sebagai bentuk ikhtiar. Sementara hati sebagai bentuk penyerahan diri.

 



Editors review User comments Quote this article in website Favoured Related articles Selengkapnya...
Meletakkan Potensi tidak pada tempatnya
Update terakhir pada ( Kamis, 21 Agustus 2008 )
 

Written by Seta PM, on Rabu, 20 Agustus 2008

Views : 12

Published in : Artikel, pikiran dan rasa

 

Meneruskan tulisan saya tentang potensi dan impotensi, dalam diri kita jika kita punya kebaikan maka kita punya potensi untuk menjadi betul dan baik. Namun di jaman sekarang, kebaikan yang di upload tidak pada tempatnya bisa menyebabkan perubahan potensi menjadi impotensi.

 

Keluwesan adalah kata kunci untuk menempatkan kebaikan pada tempatnya. Keluwesan menghindari potensi baik berubah menjadi impotensi.

Editors review User comments Quote this article in website Favoured Related articles Selengkapnya...
Lebih lengkap lagi...
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 4 dari 10
Buka Menu
Tutup Menu